Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted by on Dec 4, 2015 in Vol.4 Des 2014 | 0 comments

Khazanah Sastra Indonesia sebagai Sumber Kekayaan Konten Budaya di Zaman Ekonomi Kreatif

Koh Young Hun
Hankuk University of Foreign Studies, Seoul, Korea
Pos-el: yhkoh@hufs.ac.kr

Abstrak
Zaman ini merupakan zaman ekonomi kreatif dan konten budaya yang beraneka ragam. Bidang tersebut dapat menghasilkan nilai tambah besar. Harry Potter memperlihatkan bahwa suatu cerita dapat mengambil peran dalam sektor ekonomi kreatif. Pemerintah Inggris memilih industri kreatif sebagai salah satu agenda kebijakan. Jumlah nilai tambah (Gross value added), industri kreatif 5,2 persen dari GDP, penempatan kerja 8,5 persen, dan ekspor 8,0 persen dari jumlah GDP. Korea juga berhasil mengembangkan industri kreatif. Badan pemerintah seperti KOCCA mengambil peranan penting. Dalam pada itu, citra positif Korea yang terbentuk melalui Gelombang Korea dan K-Pop cukup membantu memperkenalkan konten budaya Korea ke luar negeri. Indonesia juga berpotensi menghasilkan konten budaya, karena kesuburan cerita dan daya kreatif orang Indonesia. Potensi tersebut dapat digali dan dikembangkan sebagai basis penguatan pengembangan industri kreatif. Agar dapat terlaksana dan berhasil, peranan pemerintah tidak dapat diabaikan. Pemerintah membimbing dan mengintegrasikan daya potensi ini. Infrastruktur yang berkaitan dengan industri kreatif perlu dilengkapi dan ahli budaya, sastrawan, dan kalangan akademis perlu dilibatkan. Merekalah yang mempunyai daya cipta dan dapat menghasilkan konten budaya di era ekonomi kreatif.

Kata kunci: ekonomi kreatif, konten budaya, infra struktur, pemerintah

Text Full : PDF

Post a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »